Urgensi Bahasa Arab Dalam Berdakwah

Oleh : Rizky Sopiyandi

Bahasa merupakan alat bantu penyampaian pesan seorang komunikator kepada lawan bicaranya. Dalam penyampaian pesan penggunaan bahasa yang tepat sangatlah berpengaruh kepada sejauh mana pesan yang kita sampaian akan diterima secara efektif oleh lawan bicara kita. Termasuk saat pelaksanaan dakwah yang bersifat khitobah.

Pada metode dakwah ini seringkalikita membutuhkan kemampupuan bahasa lain –selain bahasa lokal- sebagai ‘taukid’ terhadap pesan yang kita sampaikan. Termasuk bahasa Arab yang sangatlah kental dengan budaya-budaya ke-Islam-an meski tidak bisa kita identifikasi keseluruhnya.

Berikut adalah beberapa urgensitas Bahasa Arab ditinjau dari sisi efektifitas dakwah yang bersifat atau melalui pendekatan lisan (khitobah),

A. Sebagai Bahasa Dakwah

Urgensi bahasa Arab dalam melakukan dakwah, baik itu dakwah dalam tataran tabligh, irsyad, tadbir, maupun tathwir ialah sebagai suatu alat pendukung bagi seorang da’I dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi keislamannya. Tentu saja ketika seorang da’I ingin menyampaikan suatu pesan keislaman yang menjadi materi dakwah harus lebih dahulu menguasai materi tersebut yang berasalkan dari Al-Qur’an maupun Al-hadits yang berbahasakan bahasa Arab. Itu tentu saja seorang da’I harus menguasai terlebih dahulu bahasa Arab dan segala permasalahannya.
Seperti contoh, dalam mempelajari atau mendalami materi dakwah yang bersumberkan dari Al-Qur’an seorang da’I diharuskan mengusai metode-metode mempelajari yat-ayat Al-Qur’an seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Nahwu, Ilmu Bayan, Ushul Fiqih, dll., yang semua itu tidak terlepas dari bahasa Arab. Belum lagi adanya istilah-istilah keislaman yang tak jauh dari bahasa Arab. Dan kurang lebih seperti itu juga ketika seorang da’I ingin mempelajari hadits-hadits atau Sunnah Rasulullah sebagai sumber dari materi dakwah.
Semua itu bertujuan agar dalam penyampaian materi dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits sesuai dengan syariat Islam dan menjauhkan dari kesalahpahaman pemahaman yang diterima si Mad’u dalam menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh seorang da’i.

B. Untuk Membedakan Risalah Ke-Islaman dan yang Bukan.
Dikarenakan bahasa Arab ini adalah bahasa dakwah seperti diuraikan dalam point sebelumnya maka bahasa Arab juga dapat membedakan antara pesan tabligh yang berisikan tentang Risalah ke-Islaman dan yang bukan berisikan materi ke-islaman baik itu dari pesan yang ber bentuk lisan maupun tulisan.
Untuk membedakannya tidak hanya dilihat dari segi bahasa atau istilah-istilah yang berbahasa Arab namun juga dapat dilihat dari berbagai aspek. Diantaranya :

– Aspek Kognitif (cara berfikir)

– Aspek Afektif (sisi emosi)

– Aspek Psikomotorik (sisi gerak informasi atau pesannya)

Sedangkan pesan dakwah atau pesan keislaman yang dituangkan melalui tulisan terdapat berbagai macam bentuk atau variasi yang didalamnya tentu saja berisikan pesan-pesan keislaman. Terdapat berbagai jenis tulisan yang dapat dipilih oleh seorang da’I yang ingin menyampaikan pesan-pesan keislamannya melalui tulisan.
Selain itu seorang da’I yang berdakwah melalui tulisan ini akan lebih leluasa menentukan kiat-kiat atau strategi dalam berdakwah. Karena dakwah melalui metode ini mempunyai keuntungan yakni lebih dapat dimengerti karena terdapat dokumentasi berupa karya-karya tulis.

Jenis-jenis tulisan dakwah diantaranya : artikel, kolom opini, resensi buku, laporan dan polemik. Di antara jenis yang ada itu, meski banyak kesamaan, tidak sedikit pula kesamaan.


C. Memperindah Retorika Saat Berdakwah.
Bahasa arab pun dapat menjadi seni ketika seorang da’I dalam menyampaikan pesan-pesan ke-Islamannya. Kedibilitas tidaktumbuh dengan sendirinya ia harus membina atau memupuk. Kredibilitas erat kaitannya dengan karisma, dengan demikian kredibilitas dapat ditingkatkan sampai batas optimal.

Untuk mendapatkannya tersebut salah satu yang harus dimiliki seorang da’I adalah kemampuan menguasai bahasa, dan salah satu nya adalah bahasa Arab. Untuk memudahkan penyampaian dan memperindah retorika saat menyampaikan pesan-pesan keislaman.

Daftar Bacaan
– Aep Kusnawn et. al., Memahami Pesan Tabligh dalam KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM,benang merah press, Bandung, hal 5-8
– Aep Kusnawan, Berdakwah Lewat Tulisan, Mujahid, Bandung 2004, hal 127.
– Aliyudin, Dasar-Dasar ILMU DAKWAH, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SGD BANDUNG, hal.12

2 thoughts on “Urgensi Bahasa Arab Dalam Berdakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s