Tekhnik Pengambilan Gambar Via HandyCam

Oleh : Rizky Sopiyandi

Memang tak salah bila ada yang beranggapan membuat film itu harus membutuhkan modal yang besar. Mengingat peralatan, akomodasi hingga konsep yang tak boleh asal-asalan. Namun, Kreatifitas yang baik saya pikir akan menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan harapan anda.

Berikut adalah tips yang ingin saya kemukakan kepada sahabat-sahabat yang ingin sama-sama bergelut dengan dunia film, namun ‘kurang modal’ dalam pembuatannya, utamanya untuk sebuah kamera. Namun sahabat jangan berkecil hati. Dengan menggunakan handycam maupun Camcorder pun anda bisa melalukan proses syuting/pengambilan gambar, tentunya perlu beberapa polesan kreatifitas disini. Dan juga tentunya akan ada beberapa perbedaan kualitas gambar yang dihasilkan dibanding kamera yang dipakai pada umumnya.

Berdasarkan pengalaman penulis setelah menggeluti dunia film yang bermodalkan kreatifitas untuk beberapa semester (maklum mahasiswa tak ada modal gede) berikut adalah beberapa hal yang perlu sahabat perhatikan saat pengambilan gambar, diantaranya :

1. Pada saat pengambilan gambar harus dihindari penggunaan zoom yang berlebihan karena hal ini bisa menyebabkan gambar tidak fokus (out of focus), terutama pada kamera yang memiliki zoom digital.
2. Jangan terlalu terpaku merekam objek utama saja, tetapi objek diseki¬tarnya yang berkaitan perlu juga Anda perhatikan.
3. Hindari pengambilan gambar pada tempat-tempat yang tingkat pencaha¬yaannya kurang. kalau kamera video yang digunakan memiliki fasilitas Light jalankan saja fitur ini untuk menambah pencahayaan. Atau bisa juga menggunakan cahaya tambahan.
4. Gunakan penyangga (tripod) untuk menghasilkan gerakan yang halus. tripod juga digunakan untuk menghindari guncangan pada saat pereka¬man.
5. Gunakan variasi-variasi sudut pandang kamera, seperti Bird eye View (dari atas), High Angle (dari atas objek), Low Angle (dari arah bawah ob¬jek), Eye Level (sejajar dengan mata objek), Frog Eye (dari bawah).
6. Hindari penggunaan efek-efek yang terdapat pada kamera video. peng¬gunaan efek lebih baik pada saat editing saja. Penggunaan efek pada kamera video bisa dilakukan, apabila Anda memang tidak ingin mengedit¬nya kembali di komputer (tetap disimpan di kaset video).
7. Harus memperhatikan komposisi frame (bingkai), jangan sampai objek utama terpotong atau tidak masuk ke dalam frame.
8. Jika shot memperlihatkan adegan seseorang berjalan atau sedang menuju (ke) maka sisakan ruangan di depan orang tersebut. Ini yang disebut looking space, yaitu jarak pandang objek terhadap batas frame.
9. Perihal backgroud (latar belakang) juga harus diperhatikan.karena ada kalanya saat pengambilan gambar juru kamera tidak memperli¬hatkan latar belakang.Misalnya,latar belakang menyatu dengan foreground (latar depan),sehingga terkesan latar belakang dihasilkan dari foreground.
10. Untuk menghindari suara-suara noise yang ikut terekam, sebaiknya anda meng¬gunakan kamera video yang memiliki konektor untuk mikrofon ek¬sternal. Atau anda juga bisa menggunakan mikrofon yang sudut rekamnya menyempit (mikrofon omni),sehingga hanya bagian subjek utama saja yang terekam suaranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s