<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rizqisme</title>
	<atom:link href="http://rizqisme.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rizqisme.wordpress.com</link>
	<description>Berbicara Dakwah dan Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 04:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rizqisme.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7dca9f641e69cd7a14fa0129c66deb28?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Rizqisme</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rizqisme.wordpress.com/osd.xml" title="Rizqisme" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rizqisme.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Urgensi Bahasa Arab Dalam Berdakwah</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/urgensi-bahasa-arab-dalam-berdakwah/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/urgensi-bahasa-arab-dalam-berdakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 04:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[khitobah]]></category>
		<category><![CDATA[metode dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rizky Sopiyandi Bahasa merupakan alat bantu penyampaian pesan seorang komunikator kepada lawan bicaranya. Dalam penyampaian pesan penggunaan bahasa yang tepat sangatlah berpengaruh kepada sejauh mana pesan yang kita sampaian akan diterima secara efektif oleh lawan bicara kita. Termasuk saat pelaksanaan dakwah yang bersifat khitobah. Pada metode dakwah ini seringkalikita membutuhkan kemampupuan bahasa lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=218&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rizky Sopiyandi</p>
<p>Bahasa merupakan alat bantu penyampaian pesan seorang komunikator kepada lawan bicaranya. Dalam penyampaian pesan penggunaan bahasa yang tepat sangatlah berpengaruh kepada sejauh mana pesan yang kita sampaian akan diterima secara efektif oleh lawan bicara kita. Termasuk saat pelaksanaan dakwah yang bersifat khitobah.<span id="more-218"></span></p>
<p>Pada metode dakwah ini seringkalikita membutuhkan kemampupuan bahasa lain –selain bahasa lokal- sebagai ‘taukid’ terhadap pesan yang kita sampaikan. Termasuk bahasa Arab yang sangatlah kental dengan budaya-budaya ke-Islam-an meski tidak bisa kita identifikasi keseluruhnya.</p>
<p>Berikut adalah beberapa urgensitas Bahasa Arab ditinjau dari sisi efektifitas dakwah yang bersifat atau melalui pendekatan lisan (khitobah),<br />
<strong><br />
A. Sebagai Bahasa Dakwah</strong><br />
Urgensi bahasa Arab dalam melakukan dakwah, baik itu dakwah dalam tataran tabligh, irsyad, tadbir, maupun tathwir ialah sebagai suatu alat pendukung bagi seorang da’I dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi keislamannya. Tentu saja ketika seorang da’I ingin menyampaikan suatu pesan keislaman yang menjadi materi dakwah harus lebih dahulu menguasai materi tersebut yang berasalkan dari Al-Qur’an maupun Al-hadits yang berbahasakan bahasa Arab. Itu tentu saja seorang da’I harus menguasai terlebih dahulu bahasa Arab dan segala permasalahannya.<br />
Seperti contoh, dalam mempelajari atau mendalami materi dakwah yang bersumberkan dari Al-Qur’an seorang da’I diharuskan mengusai metode-metode mempelajari yat-ayat Al-Qur’an seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Nahwu, Ilmu Bayan, Ushul Fiqih, dll., yang semua itu tidak terlepas dari bahasa Arab. Belum lagi adanya istilah-istilah keislaman yang tak jauh dari bahasa Arab. Dan kurang lebih seperti itu juga ketika seorang da’I ingin mempelajari hadits-hadits atau Sunnah Rasulullah sebagai sumber dari materi dakwah.<br />
Semua itu bertujuan agar dalam penyampaian materi dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits sesuai dengan syariat Islam dan menjauhkan dari kesalahpahaman pemahaman yang diterima si Mad’u dalam menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh seorang da’i.</p>
<p><strong>B. Untuk Membedakan Risalah Ke-Islaman dan yang Bukan.</strong><br />
Dikarenakan bahasa Arab ini adalah bahasa dakwah seperti diuraikan dalam point sebelumnya maka bahasa Arab juga dapat membedakan antara pesan tabligh yang berisikan tentang Risalah ke-Islaman dan yang bukan berisikan materi ke-islaman baik itu dari pesan yang ber bentuk lisan maupun tulisan.<br />
Untuk membedakannya tidak hanya dilihat dari segi bahasa atau istilah-istilah yang berbahasa Arab namun juga dapat dilihat dari berbagai aspek. Diantaranya :</p>
<p>- Aspek Kognitif (cara berfikir)</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-219" title="1" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg?w=1024&#038;h=731" alt="" width="1024" height="731" /></a></p>
<p>- Aspek Afektif (sisi emosi)</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/2.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-220" title="2" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/2.jpg?w=1024&#038;h=390" alt="" width="1024" height="390" /></a></p>
<p>- Aspek Psikomotorik (sisi gerak informasi atau pesannya)</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-219" title="1" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg?w=1024&#038;h=731" alt="" width="1024" height="731" /></a></p>
<p>Sedangkan pesan dakwah atau pesan keislaman yang dituangkan melalui tulisan terdapat berbagai macam bentuk atau variasi yang didalamnya tentu saja berisikan pesan-pesan keislaman. Terdapat berbagai jenis tulisan yang dapat dipilih oleh seorang da’I yang ingin menyampaikan pesan-pesan keislamannya melalui tulisan.<br />
Selain itu seorang da’I yang berdakwah melalui tulisan ini akan lebih leluasa menentukan kiat-kiat atau strategi dalam berdakwah. Karena dakwah melalui metode ini mempunyai keuntungan yakni lebih dapat dimengerti karena terdapat dokumentasi berupa karya-karya tulis.</p>
<p>Jenis-jenis tulisan dakwah diantaranya : artikel, kolom opini, resensi buku, laporan dan polemik. Di antara jenis yang ada itu, meski banyak kesamaan, tidak sedikit pula kesamaan.</p>
<p><strong><br />
</strong><strong>C. Memperindah Retorika Saat Berdakwah.</strong><br />
Bahasa arab pun dapat menjadi seni ketika seorang da’I dalam menyampaikan pesan-pesan ke-Islamannya. Kedibilitas tidaktumbuh dengan sendirinya ia harus membina atau memupuk. Kredibilitas erat kaitannya dengan karisma, dengan demikian kredibilitas dapat ditingkatkan sampai batas optimal.</p>
<p>Untuk mendapatkannya tersebut salah satu yang harus dimiliki seorang da’I adalah kemampuan menguasai bahasa, dan salah satu nya adalah bahasa Arab. Untuk memudahkan penyampaian dan memperindah retorika saat menyampaikan pesan-pesan keislaman.</p>
<p><strong>Daftar Bacaan</strong><br />
- Aep Kusnawn et. al., Memahami Pesan Tabligh dalam KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM,benang merah press, Bandung, hal 5-8<br />
- Aep Kusnawan, Berdakwah Lewat Tulisan, Mujahid, Bandung 2004, hal 127.<br />
- Aliyudin, Dasar-Dasar ILMU DAKWAH, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SGD BANDUNG, hal.12</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/dakwah-2/'>dakwah</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/khitobah/'>khitobah</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/metode-dakwah/'>metode dakwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=218&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/urgensi-bahasa-arab-dalam-berdakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/2.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Dakwah dan Dialog</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/etika-dakwah-dan-dialog/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/etika-dakwah-dan-dialog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 04:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[irsyad]]></category>
		<category><![CDATA[metode dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi. Pada pembahasan ini, penulis akan memfokuskan pembicaraan pada beberapa inti etika berdakwah dan berdialog. Pertama, harus memelihara hak orang tua dan sanak kerabat. Tidak diperbolehkan menghadapi ayah, ibu, dan saudara dengan cara yang kasar. Seseorang tidak boleh memarahi mereka dengan tuduhan durhaka, bid&#8217;ah, atau menyeleweng dari agama. Mereka, khususnya kedua orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=212&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi.</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/kartun-dialog-ngaji-dakwah.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/kartun-dialog-ngaji-dakwah.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" title="kartun-dialog-ngaji-dakwah" width="150" height="123" class="alignleft size-thumbnail wp-image-213" /></a>Pada pembahasan ini, penulis akan memfokuskan pembicaraan pada beberapa inti etika berdakwah dan berdialog.<br />
Pertama, harus memelihara hak orang tua dan sanak kerabat. Tidak diperbolehkan menghadapi ayah, ibu, dan saudara dengan cara yang kasar.<span id="more-212"></span> Seseorang tidak boleh memarahi mereka dengan tuduhan durhaka, bid&#8217;ah, atau menyeleweng dari agama. Mereka, khususnya kedua orang tua, mempunyai hak untuk diperlakukan secara lemah lembut. Allah SWT berfirman,<br />
&#8220;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah kedua-nya di dunia dengan baik.&#8221; (Luqman: 15)</p>
<p>Tidak ada dosa yang lebih besar daripada syirik, kecuali berupaya keras mengubah seorang mukmin menjadi musyrik. Meskipun hal tersebut diupayakan oleh kedua orang tua (terhadap anaknya), Allah SWT melarang sang anak menaati mereka dalam hal ini, namun Dia memerintahkan agar si anak tetap mempergauli orang tua dengan baik. </p>
<p>Bila kita menyimak dialog Nabi Ibrahim a.s. dengan ayahnya yang dilukiskan dalam Al-Qur&#8217;an, kita akan mengetahui bagaimana etika seorang anak dalam berdakwah kepada orang tua, meskipun mereka musyrik. Maka apalagi jika orang tuanya seorang muslim yang banyak melanggar ketentuan syar&#8217;i, karena selain mempunyai hak sebagai orang tua, juga memiliki hak sebagai seorang muslim. </p>
<p>Kedua, memperhatikan tingkat umur. Tidak seyogianya seorang da&#8217;i mengabaikan faktor perbedaan umur mad&#8217;u (penerima dakwah) dengan alasan bahwa Islam mengajarkan persamaan. Ia tidak boleh menyamakan gaya pembicaraan terhadap dua kelompok penerima dakwah yang berbeda. Misalnya, antara orang tua dan pemuda. Menyamakan penerima dakwah merupakan tindakan keliru, karena persamaan (egaliterianisme) yang diajarkan Islam adalah dalam masalah kehormatan manusia dan hak-hak asasi universal. Egaliterianisme ini tidak sampai menghalangi hak-hak tertentu yang harus dijaga seperti hak-hak sanak kerabat, rumah tangga, dan kepemimpinan. </p>
<p>Salah satu ajaran etika Islam adalah yang kecil menghormati yang besar dan yang besar mengasihi yang kecil. Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Tidak termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi anak-anak, tidak menghormati orang tua, dan tidak mengenali orang yang berilmu.&#8221; (HR Ahmad) </p>
<p>Terlepas dari takwil orang terhadap hadits tersebut, bahaya apa yang lebih besar daripada terlempar dari golongan Rasulullah saw.? Hadits ini diriwayatkan oleh Ahama dari Ubadah bin Shamit, isnadnya hasan dengan lafaz &#8216;Laisa min ummatii&#8217;, juga diriwayatkan oleh Thabrani dan Hakim. Hadist lain menjelaskan, &#8220;Di antara penghormatan kepada Allah adalah memuliakan seorang muslim yang telah lanjut usia.&#8221; Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Musa dengan isnad hasan sebagaimana diterangkan dalam Taisiirul Manawi I:347. </p>
<p>Ketiga, memelihara hak orang-orang terdahulu. Kita tidak boleh mengingkari orang-orang terdahulu yang banyak berjasa dalam berdakwah dan menebar ilmu ke seluruh lapisan umat Islam. Tak sepantasnya kita melupakan jasa-jasa mereka dan mencelanya setelah karya-karya mereka mulai kehilangan relevansinya dengan era kontemporer, atau karena sang tokoh tampak mulai lemah meskipun sangat kuat semasa jaya. </p>
<p>Apa yang penulis utarakan ini bukanlah berasal dari penulis sendiri, melainkan telah dinyatakan oleh Rasulullah saw., yakni ketika Hatib bin Abi Balta&#8217;ah tergelincir ke arah pengkhianatan. Dia telanjur menginformasikan kepada musyrikin Quraisy mengenai persiapan dan kekuatan personil pasukan Islam di bawah komando Nabi saw. yang akan memasuki Mekah kembali, padahal Rasulullah saw. berusaha keras untuk bergerak secara rahasia. Reaksi Umar ibnul Khattab r.a. amat keras terhadap pembocoran informasi tersebut. Ia berkata, &#8220;Ya Rasulullah, biarkan aku memenggal lehernya, sebab dia benar-benar munafik.&#8221; Akan tetapi, apa jawaban Rasulullah saw.? Pribadi agung ini bersabda, &#8220;Apakah kalian tidak menyadari, semoga Allah memperlihatkan kelebihan peserta perang Badar&#8221; dan Dia berfirman, &#8220;Lakukan apa saja yang kamu kehendaki, dan aku telah memaafkanmu.&#8221; </p>
<p>Rasulullah saw. memaklumi dan memaafkan kesalahan-kesalahan para pendahulu yang telah berjasa pada Islam, seperti yang dijelaskan dalam pembahasan ini. </p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/dakwah-2/'>dakwah</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/irsyad/'>irsyad</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/metode-dakwah/'>metode dakwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=212&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/12/21/etika-dakwah-dan-dialog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/12/kartun-dialog-ngaji-dakwah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kartun-dialog-ngaji-dakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Televisi dan Budaya Massa</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/11/23/televisi-dan-budaya-massa/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/11/23/televisi-dan-budaya-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 03:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Televisi tidak bisa dilepaskan dari pola hiburan masyarakat. Walaupun tidak seluruh mata acara televisi tidak melulu berisi hiburan, tetapi mencakup pula seluruh produk terpakai atau barang konsumsi (consumer goods) sebagai produk massal dan fashionable yang fomasinya terstandardisasi dan penyebaran dan penggunaannya bersifat luas, lebih lagi televisi juga memuat informasi-informasi dan pendidikan. Televisi dalam hubungannya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=204&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Televisi tidak bisa dilepaskan dari pola hiburan masyarakat. Walaupun tidak seluruh mata acara televisi tidak melulu berisi hiburan, tetapi mencakup pula seluruh produk terpakai atau barang konsumsi (consumer goods) sebagai produk massal dan fashionable yang fomasinya terstandardisasi dan penyebaran dan penggunaannya bersifat luas, lebih lagi televisi juga memuat informasi-informasi dan pendidikan.<span id="more-204"></span></p>
<p>Televisi dalam hubungannya dengan pola rekreasi masyarakat secara teoritis mencakup tiga aspek, pertama media rekreasi yaitu fasilitas yang memungkinkan warga masyarakat mendapatkan prosuk budaya massa (mass culture) yang memiliki fungsi satisfaksi; kedua produksen media rekreasi, yaitu individu atau institusi yang menciptakan, atau sebagai fasilitator, atau melakukan pendisribusian produk budaya; dan ketiga konsumen yang menggunakan produk kebudayaan untuk tujuan psikologis atau sosial. (Ashadi Siregar, 1997: 58)</p>
<p>Sistem pendukung pola rekreasi itu tidak dapat dilepaskan dari dinamika industrial dalam perekonomian dalam setting kapitalis, atau kekuasaan negara dalam sistem komunitas. Untuk pembahasan ini hanya akan disinggung produk budaya bersifat industrial. Pembahasan ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagi suatu peta penelitian atas budaya massa di lihat dari perspektif komunikasi.</p>
<p>Kajian atas televisi merambah pada metode pendekatan budaya atas komunikasi. Di sini televisi dilihat sebagai penyampai komunikasi yang bisa dilihat dalam dua konsep. Pertama, transmission view of communication dan kedua adalah ritual view of communication.</p>
<p>Dengan konsep pertama televisi dilihat sebagai kegiatan komunikasi yang terdiri dari adanya pihak yang menyampaikan “hal” yang bermakna kepada pihak lain. Kegiatan ini berupa penyampaian tanda, dan pada dasarnya merupakan upaya untuk mengatasi jarak dan waktu. Kata kunci dalam konsep ini adalah penyampaian, transmission.</p>
<p>Sementara konsep kedua tidak bertumpu pada penyampaian yang mengatasi ruang dan waktu, tetapi pada kebersamaan. Dengan begini komunikasi tidak berarti menyampaikan pesan dari satu pihak yang terpisah kepada pihak lainnya, tetapi perwujudan dari kepercayaan bersama (representaion of shared beliefs). Pesan merupakan produk bersama dalam pemaknaan kehidupan bersama.</p>
<p>Berikutnya, produk budaya, yang dihasilkan televisi, dapat dilihat dalam dua cara yang berbeda. Di satu pihak sebagai produk budaya yang memiliki makna otonom. Pembicaraan mengenai makna otonomnya ini akan melepaskan produk televisi dari faktor di luarnya, karenanya dapat menjadi kajian untuk mengeksplorasi wacana suatu makna yang terpisah dari isi pesannya (studies signification apart from their content). Di sini ranah makna yang terkandung di dalam suatu wacana sama pentingnya dengan ranah empiris dalam fenomena sosial.</p>
<p>Pendekatan untuk mengemukakan produk ototnom ini dikenal dengan semiotik Pendekatan ini akan digunakan dalam tulisan kali ini sebagai pelengkap yang menerangkan hubungan isi pesan dengan perilaku penerimanya.</p>
<p>Sementara pada pihak lain produk budaya dilihat sebagai sesuatu yang memiliki makna eksternal terhadap produsen dan konsumennya. Dengan pendektan ini, bertolak dari dua sisi lain dari fungsi psikologis dan sosial bagi konsumennya dalam melakukan aktivitas rekreatif. Dengan kata lain, pola rekreasi dilihat dari sisi produsewn atau konsumen. Interaksi produsen dan konsumen ini dengan sendirinya tidak terlepas dari lingkungan sosial yang memberi peluang atau hambatan dalam penghadiran media rekreaso dan produk budaya televisi.</p>
<p>Untuk memberikan gambaran seerhana atas keberadaan media rekreasi dan produk budaya televisi di tengah masyrakat, kiranya dapat bertolak dari kerangka tentang kebudayaan sebagai berikut ini:<br />
<a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/bg-1-a.png"><img class="aligncenter  wp-image-208" title="bg-1 a" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/bg-1-a.png?w=440&#038;h=213" alt="" width="440" height="213" /></a></p>
<p>Budaya merupakan atau menjadi acuan dalam berbagai dimensi kehidupan sosial. Dimensi-dimensi kehidupan sosial dapat dikelompokkan sebagai domain polity (dunamika masyarakat negara), ekonomi, teknologi, sains, dunia kademik, sasatra, seni dan agama. Setiap domain memiliki orientasi tertentu, yang membedakan satu sama lain. Perbedaan ini mulai dari yang bersifat gradual, sampai bersifat dikhotomis. Dengan pandangan ini, kebudayaan dengan sendirinya bukan domain yang berdiri sendiri, melainkan suatu wahana yang memungkinkan berbagau domain sosial saling berinteraksi dalam struktur-sosial. Karenanyan dapat disebut sebagai motor yang menggerakkan berbagai interaksi berbagai domain sosial. Dinamika kebudayaan dapat dipandang sebagai proses yang mengatu tarik menarik berbagai domain, untuk mendapatkan kehidupan sosial yang bermakna bagi masyarakat yang berbeda dalam berbagai domain tersebut.<br />
Dikenal, adanya empat macam orientasi sosial, yaitu ekspresif, normatif, instrumental, dan kognitif.Setiap orientasi ini bertolak dari dan bertujuan untuk menghadirkan makna tertentu. Di sini kebudayaan sebagai sumber nilai menjadikan setiap domain sosial digerakkan berdasarkan azas seimbang dalam tarik- menarik antar satu domian dengan domain yang lainnya. Dengan kata lain, makna dari orientasi suatu domain diharapkan dipengaruhi oleh domain yang lain. Kebermaknaan orientasi sosial suatu domain dengan demikian diperkaya oleh orientasi lainnya.<br />
Tetatpi azas keseimbangan dalam mekanisme kebudayaan ini pada dasarnya hanya bersifat normatif, atau berupa ideologi; sulit ditemukan dalam kenyataan empiris. Biasanya dalam hukum tarik menarik ini secara empiris, biasanya ada satu domain yang lebih kuat untuk menempatkan orientasi yang didukungnya sebagai acuan untuk setiap domain lainnya. Dalam struktur dengan domain agama lebih hegemonik, akan menempatkan domain lain ke arah orientasi normatif. Begitu pula jika domain teknologi atau pun ekonomi bersifat hegemonik, domain lainnya akan dipaksa mengikuti orientasi instrumental.<br />
Kebudayaan dalam arti sempit bisanya dimaksudkan sebagai produk yang diproduksi dan dikonsumsi dalam orientasi ekspresif. Produk semacam inilah yang dikenal dengan rekreasi. Dengan kata lain, media rekreasi menggunakan domain seni dan sastra sebagai materi untuk digunakan masyarakat dalam orientasi ekspresif. Walaupun dalam menggunakan media rekreasi, warga masyarakat dapat juga menggunakan produk-produk yang dimaksudkan sebagai domain dengan orientasi ekspresif. Misalnya dengan menonton barang-barang yang dipajang di etalase mall atau ruang pameran. Barang yang dipajang tidak dimaksudkan sebagai orientasi ekspresif , melainkan dalam fungsi orientasi instrumental. Mungkin fungsi ekspresif yang terkandung dalam suatu seni pajang, bukan pada barang yang digunakan. Dengan demikian seni yang ditempatkan dalam orientasi instrumental ni tetap mengandung nilai yang dinikmati secara estetis.<br />
Ada yang melihat bahwa seni dan sastra sebagai domain yang berorientasi ekspresif, sepenuhnya bersebtrangan dengan orientasi instrumental. Artinya, dalam makna secara otonom, seni dan sastra memiliki orientasi ekspresif; sementara ekonomi dan teknologi dalam makna otonomnya memiliki makna instrumental. Dengan begitu keberadaan domain seni dan sastra tidak boleh diletakkan dalam orientasi instrumental. Ini dapat dipahami jika dikotomis antara orientasi ekpresif dan instrumental ini sudah bersifat ideologis. Padahal pendukung produk budaya, dalam hal ini produsen dan konsumen produk budaya tidak mungkin terlepas dari domain lainnya. Kecuali faktor-faktor domain lainnya epenuhnya memberikan ottonomi dan memang menyediakan peluang produk yang meberasal dari domain seni dan sastra dapat murni dalam oreintasi ekspresif. Tetapi belajar dari sejarah peradaban manusia, sulit kita menemukan orientasi ekspresif yang murni dan otonom, tanpa pengaruh dari domain lainnya. Setidaknya pengaruh dari domain agama, sehingg seni dan ssatra berada di bawah pengaruh orientasi normatif. Antara domain agama dan polity pada hakekatnya sama, yaitu berorientasi normatif, karenanya sering terjadi produk seni dan sastra juga berada di bawah ata mendukung kekuasaan negara.<br />
Adakalanya domain polity bergerak kepada orientasi instrumental, kerananya domain lainnya diatur atau diberi peluang agar memiliki orientasi instrumental. Produk seni dan agama misalnya, dijadikan media rekreasi dalam industri turisme (domain ekonomi) sehingga memiliki orientasi instrumental.<br />
Zaman ini, mengikuti apa yang dikemukakan oleh Daniel Bell, adalah zaman yang dipengaruhi dengan kuat oleh techno-economie sehingga budaya dan politik meluuh dan menjadi bagian dari prinsip aksial techno economie, pengekonomisasian. Dalam wacana di atas seluruh medan orientasi disedot oleh dan menjadi orientasi instrumental.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Selain pandangan struktural dengan saling pengaruh antar domain sosial, keberadaan media rekreasi dapat dilihat dari sisi konsumen. Dengan cara lain keberadaan media rekreasi dapat dilihat dari fungsinya dalam masyarakat. Dari fungsi ini, setipa individu mempunyai pola rekreasi yang khas, bertolak dari motivasinya. Boasa disebutm fungsi media bertolak dari motivasi penggunanya. Dalam perspektif budaya, motivasi khalayak terhadap media dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/2.jpg"><img class="size-full wp-image-205 aligncenter" title="2" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/2.jpg?w=600" alt=""   /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerangka pemikiaran di atas menawarkan tiga aspek penting dalam pengguanaan produk budaya, yaitu harapan untuk keterlibatan secara umum, selera individual, dan pengalaman imajinatif sebagai tujuan kesenangan/satisfikasi. Perbedaan motivasi ini menjadi dasar dalam proses penggunaan produk budaya. Dengan demikian media rekreasi sebagai penyampaimuatan medua, tidak sepenuhnya dapat ditentukan maknanya melalui intensi produsennya maupun domain lainnya seperti agama, politik dan ekonomi. Kecenderungan atas media ini berada dalam dunia subjektif khalayak yang mungkin berada dalam domain agama, politik atau ekonomi, atau sama sekali tidak menggunakan acuan dari salah satu domain di mana ia berada.<br />
Pengalaman imajinatif merupakan tuuan yang ingin dicapai dalam menggunakan media rekreasi. Dengan demikian pola rekreasi dapat dibedakan dari tujuan yang ingin dicapai oleh khalayak, sehingga pasokan produk budaya pun dapat diklasifikasikan atas dasar kecenderungan konsumennya. Secara umum tujuan yang ingin dicapai adalah kesenangan, karenanya setiap media rekreasi yang menggunakan produk budaya semacam ini akan menyentuh dunia subjektif khalayak yang bersifat efektif. Fungsi rekreatif dari media ini membedakannya dengan medaia massa yang dimaksudkan sebagai media sosial.<br />
Dari sni dapat dibedakan antara kesenangan yang dicapai melalui media rekreasi dengan media yang menyampaikan informasi tentang kenyataan sosial. Motivasi khalayak terhadap media semacam ini bertolak dari kepentingan atau rasa ingin tahu secara umum, dan bertujuan untuk mendapatkan kesenangan berupa pengaaman kemanfaatan (benefic) sosial seperti petunjuk, pengawasan, pertukaran sosial, dan lainnya (Mc Quail, 1985). Jika dirangkumkan, perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-206" title="3" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/3.jpg?w=600" alt=""   /></a></p>
<p>Kecenderungan psikologis untuk mendapatkan kesenangan/satisfikasi berupa pengalaman imajinatif dengan satisfikasi berupa kemanfaatan sosial ini menempatkan setiap media memiliki fungsi yang berbeda. Pengalaman imajinatif dan kemanfaatan sosial dapat dijadikan dasar dalam melihat fungsi media dalam masyarakat.<br />
Namun perlu diingat bahwa funsgi-fungsi ini dapat saja bertumpang tindih dari sauatu media. Kecenderungan khalayak terhdapa media dapat menjadi tidak proporrsional akibat fungsi media yang juga tidak proporsional. Misalnya terhadap media rekreasi diharapkan terpenuhi satisfikasi berupa kemanfaatan sosial, atau sebeliknya media sosial digunakan sebagai pemenuhan satisfikasi pengalaman imajinatif. Dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<p>FUNGSI                                        MEDIA REKREASI                                      MEDIA SOSIAL</p>
<p>Subjektif/Imajinatif               Fungsional                                                     Disfungsional<br />
Objektif/Sosial                         Disfungsional                                                Fungsional</p>
<p>Fungsi media dilihat dari pemanfaatannya dalam masyarakat. Media ekreasi pada dasarnya membawa khalayak ke dunia subjektf dalam pengalaman imajinatif, dunia dalam dari konsumennya. Proporsi media semacam ini ialah sejauh mana ia fungsional membawa konsumennya ke dunia imajinatif sebaliknya sejauhmana ia disfungsional yang membawa konsumen ke dunia objektif dalam pengalaman sosial, dunia luar dari konsumen yang bersangkutan.<br />
Proporsi ini dapat saja dibolak-balik oleh institusi atau individu pemegang media sehingga fungsioal dan disfungsionalnya di balik sedemikian rupa sesuai kepentingan pemegang otoritas. Misalnya dalam masyarakat dengan hegemonik partai komunis, misalnya, media dianggap hanya meniru kehidupan kaum dekaden kapitalis dan borjuis. Di sini penguasa menetapkan fungsi media rekreasi harus membawa konsumennya ke dalam dunia objektif (Ingat slogan seni untuk rakyat).</p>
<p>Khalayak, selain memiliki kecenderungan untuk menggunakan televisi juga memiliki kecenderungan untuk mengabaikan televisi. dari studi tentang motivasi media, dapat digambarkan kecenderungan tersebut sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-207" title="4" src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg?w=600" alt=""   /></a></p>
<p>Penggunaan media tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan media belaka, sebab faktor kecenderungan dari khalayak tidak kalah pentingnya. Dorongan untuk menggunakan atau tidak menggunakan media dapat didekati denga dua cara sehingga terdapat empat kemungkinan perilaku khalayak dalam menghadapi media. Setidaknya dapat dikelompokkan dalam dua kemungkinan, pertama dorongan untuk mendapatkan kepuasan atau gratifikasi atas media, karenanya mencari media untuk dikonsumsi (gratifikasi positif), atau pada ekstremitas lain yaitu menghindari penggunaan media (gratifikasi negatif) .</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/komunikasi/'>Komunikasi</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/tv/'>TV</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=204&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/11/23/televisi-dan-budaya-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/bg-1-a.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bg-1 a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seputar Radio</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/seputar-radio/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/seputar-radio/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 10:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah radio Melalui radio masing-masing banyak warga Jakarta memantau perkembangan situasi kota yang sedang dilanda kerusuhan. Pentingnya peran radio, mengingatkan kita pada kondisi di tahun 1920-an, ketika tiap malam jutaan keluarga di seluruh bagian dunia yang punya radio, berkutat di sekitar pesawat itu untuk mendengarkan berbagai hiburan dan program. Tak melulu sebagai penyedia hiburan, sesungguhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=200&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" title="radio" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-201" /></a>Sejarah radio<br />
Melalui radio masing-masing banyak warga Jakarta memantau perkembangan situasi kota yang sedang dilanda kerusuhan. Pentingnya peran radio, mengingatkan kita pada kondisi di tahun 1920-an, ketika tiap malam jutaan keluarga di seluruh bagian dunia yang punya radio,<span id="more-200"></span> berkutat di sekitar pesawat itu untuk mendengarkan berbagai hiburan dan program.<br />
Tak melulu sebagai penyedia hiburan, sesungguhnya radio punya peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menyelamatkan korban dalam kecelakaan di laut, seperti tindakan operasi penyelamatan penumpang Titanic yang tenggelam pada 1912.<br />
Selama ini Guglielmo Marconi dianggap sebagai penemu radio. Padahal sebenarnya banyak orang berperan dalam pengembangannya. Awal 1800-an secara terpisah Joseph Henry, profesor dari Pinceton University, dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Percobaan mereka terhadap elektromagnet membuktikan arus listrik di sebatang kawat dapat menimbulkan arus di batang kawat lain, meski keduanya tidak berhubungan. Tahun 1864 fisikawan Inggris lain James Clerik Maxwell, berteori bahwa arus listrik dapat menciptakan medan magnet dan bahwa gelombang elektromagnet bergerak dengan kecepatan cahaya. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880.<br />
Baru kemudian Guglielmo Marconi pada 1895, berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnet sejauh ± 1,5 km. Tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi mampu melintasi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland, Kanada.<br />
Namun fisikawan kelahiran Kanada Reginald A. Fessenden-lah yang pertama kali mentransmisikan suara manusia via radio ketika pada 1906, ia berbica melalui radio dari Brant Rock, Massachusetts, AS, kepada kapal-kapal di lepas pantai Samudera Atlantik. Sejak itu radio terus berkembang makin sempurna, didukung oleh pelbagai temuan secara bertahap.<br />
Di awal abad XX, para ilmuwan mengembangkan tabung hampa udara yang bisa melacak dan memperkuat sinyal radio.Penemu AS Lee De Forest mematenkan trioda atau audion-nya tahun 1907, yang kemudian menjadi elemen penting dalam penerimaan sinyal radio. Kemampuan penerimaan ini ditingkatkan lagi dengan temuan Edwin H. Armstrong,yang menciptakan sirukit superheterodyne tahun 1918. Sirkuit yang masih dipakai hingga sekarang ini punya kemampuan seleksi yang tinggi Armstrong pula yang mengembangkan sistem siaran FM pada 1933.<br />
Radio bekerja dengan mengubah suara atau sinyal lain menjadi gelombang elektromagnet atau gelombang radio. Gelombang ini bergerak melalui udara dan angkasa, menembus benda padat. Gelombang radio bergerak dengan ukuran kecepatan cahaya, 299,792 km/detik. Saat sinyal diterima receiver , ia segera diubah ke bentuk semula yaitu suara.<br />
Bagian penting dalam radio adalah antena, tuner , amplifier , dan pengeras suara. Antena untuk menangkap gelombang radio, tuner berfungsi mencari gelombang dengan angka-angka frekuensi tertentu. Sedangkan amplifier memperkuat sinyal program yang dipilih tuner. Di radio, amplifier berupa transistor dan IC ( Integrated circuit ). Sedangkan radio dari tahun sebelum itu menggunakan tabeung hampa udara. Muara terakhir adalah speaker yang akan mengubah sinyal listrik menjadi suara asli.<br />
Meski uji coba siaran radio pertama kali dilakukan tahun 1910, siaran raido yang sebenarnya di banyak negara baru dimulai pada 1920. Saat TV merajai dunia, banyak orang berpikir, umur radio tinggal menghitung hari. Ternyata kecanggihan teknologi memungkinkan diproduksinya radio jinjing – bahkan yang Cuma sebesar korek api – yang praktis dibawa-bawa. Daya tarik lain, tak cuma program kuis interaktif yang melibatkan langsung pendengarnya, juga kualitas modulasi yang makin baik dengan adanya siaran FM membuat siaran musik kian disukai.</p>
<p>            PERKEMBANGAN MEDIA PENYIARAN  RADIO</p>
<p>Gelombang radio naik dan turun dalam pola standar yang disebut cycles. Jumlah cycles yang terjadi dalam satu detik disebut frekuensi dan diukur dalam satuan Hertz. Gelombang radio dapat berjalan lebih cepat daripada gelombang air karena energy elektromagnetik yang digunakannya dapat dideteksi dalam jarak tertentu.<br />
Amplitude modulation atau AM adalah informasi suara yang dibawa dalam variasi dalam tinggi, atau amplitude dari gelombang radio. Pita radio AM memiliki jangkauan sekitar 535 – 1605 kHz pada tahun 1941, dan kemudian diperluas hingga 1705 kHz pada tahun 1988. Pada tahun 1933, Howard Armstrong, membangun FM atau frequency modulation. Pada radio FM, informasi suara dibawa oleh beberapa variasi frekuensi dari gelombang radio di sekitar pusat pembawa frekuensi yaitu 101.700.00 Hz, atau 101,7 FM.<br />
            Apabila dibandingkan dengan AM, FM memiliki jangakuan frekuensi yang lebih besar dan tidak kaku, jadi penyiaran stereo dimulai dari pita FM. Saluran FM sangat lebar sehingga dapat membawa dua versi penyiaran yang berbeda.ini merupakan kombinasi elektronik di dalam receiver untuk memproduksi dua sinyal yang terpisah yang dapat di dengar pada pengeras suara kanan dan kiri. Namun FM memiliki keterbatasan jarak yang hanya mampu menjangkau 30 mil. Sedangkan AM dapat didengar dalam jangkauan ratusan mil karena frekuensi AM dapat menembus atmosfir dan dapat berjalan dalam jarak yang besar.<br />
            Pada tahun 1950, transistor dan integrated circuits menggantikan saluran radio. Transistor bekerja seperti saluran yang memungkinkan sinyal listrik lemah untuk mengendalikan arus listrik yang besar tapi dalam paket yang lebih kecil. Radio poket transistor yang muncul pada tahun 1950, adalah pemutar musik pribadi pertama. Pada tahun ini juga pmerintah Negara berkembang menggunakan radio untuk menyebarkan pesan pembangunan, terutama bidang pertanian, yang ditujukan kepada nasyarakat pedesaan. Komunikasi pembangunan mealui radio saat itu dinilai efektif, terutama setelah dikembangkannya Radio Farm Forum yang kemudian di Indonesia dikenal sebagai kelompok pendengar.<br />
	Berkembangnya radio farm forum itu adalah berkat kegiatan UNESCO pada tahun 1956 menetapkan inda untuk benua ASIA dan Ghana untuk benua Afrika sebagai pilot project guna menerapkan pola Kanada sebagai Negara yang pertama kali melaksanakan gagasan Radio Farm Forum sejak bulan September 1969.<br />
            High Definition Radio atau HD Radio yang dulu dikenal dengan nama digital audio boradcasting, adalah satu dari banyak perkembangan teknologi radio. HD Radio mentransmisikan suara yang telah dikonversikan ke dalam data komputer melalui udara dari stasiun radio di bumi ke penerima digital khusus. Hal ini meningkatkan kualitas suara dan membuat sinyal radio lebih kuat. Sinyal digital juga meliputi informasi menegani musik jadi pendengar dapat mengatur radio mereka untuk mencari jenis musik yang mereka inginkan dan menampilkan nama radio pada layar tampilan. Selain itu, tambahan informasi seperti berita terbaru dan peringatan tentang cuaca dan perjalanan juga ada. Dalam penyiarannya radio juga menggunakan bantuan satelit. Contohnya adalah operasi XM dan Sirius. XM dan Sirius mentransmisikan musik lewat satelit kepada penerima melalui antena wafer yang dapat ditempatkan di atap mobil.<br />
            Perkembangan lainnya adalah penggunaan internet sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk mendengarkan siaran radio. Radio internet dimulai dengan percobaan pada tahun 1993 yang menggunakan teknologi awal seperti MBONE. Kebanyakan radio yang melakukan siaran melalui internet adalah jaringan radio independen yang hanya melakukan siaran lewat internet, dan jarang sekali radio komersil. Salah satu situs yang menjadi wadah stasiun radio internet adalah yahoo.com. penggunaan radio internet ini adalah untuk menjangkau pendengar yang diluar jangkauan frekuensi radio biasa dan untuk orang-orang yang sering berkutat dengan dunia maya.</p>
<p>Efektifitas Penyiaran Radio<br />
Ada beberapa factor efektifitas penyiaran radio siaran yang disebabkan oleh daya kekuatan yang dimilikinya, yaitu:<br />
1.	Daya langsung<br />
Melalui siaran radio,untuk mencapai sasarannya,yakni para pendengar tidak mengalami proses yang kompleks. Setiap informasi yang disampaikan tinggal diucapkan didepan corong radio sebanyak yang diinginkan. Pelaksanaannya pun berlangsung dengan mudah dan cepat<br />
Setiap informasi atau berita  yang terjadi, saat itu pun dapat disisarkan secara :<br />
“stop press”(langsung) ditengah-tengah siaran apa saja secara berulang kali. Bahkan satu peristiwa dapat diikuti oleh pendengar pada saat peristiwa berlangsung.<br />
2.	Daya tembus<br />
Daya tembus yang dimaksud adalah siaran radio tidak mengenak jarak dan rintangan. Bagaimanapun jauhnya tempat yang dituju, lewat radio siaran dapat ditempuhnya selama dalam jangkauan pemancar.<br />
3.	Daya tarik<br />
Factor yang menjadikan radio tetap hidup dan diminati adalah adanya daya tarik, yaitu sifat penyampaian informasi yang serba hidup berkat tiga unsure yang ada padanya. Tiga unsure tersebut adalah music, kata-kata, dan efek suara.<br />
	Music<br />
Tulang punggung penyiaran lewat radio adalah music. Orang menghidupkan radio tertama untuk mendengarkan music, sebab music merupakan hiburan. Oleh karena itu music sangat penting karena tanpa dibarengi dengan music penyampaian pesan pun kurang menarik.<br />
	Kata-kata<br />
Kata-kata yang ada dalam siaran radio, disamping berbentuk hiburan, juga sebagai penerangan dan pendidikan. Bahkan dapat menyajikan warta berita atau ceramah-ceramah yang bermanfaat.<br />
Jika dibandingkan, orang yang ingin mengetahui berita dari Koran atau majalah, dia harus menumpahkan seluruh perhatiannya kepada deretan huruf-huruf yang tercetak mati sambil memegang koran atau majalah itu, tidak demikian halnya dengan radio. Seorang dapat mendengarkan berita atau siaran langsung dengan bebas dan leluasa sambil mengerjakan aktivitas lain.</p>
<p>	Efek suara<br />
Efek suara yang diolah sesuai dengan senyatanya, baik suara kendaraan, anak menangis, orang hiruk pikuk, dan sebagainya dapat terkemas dengan rapih, sehingga membuat nyaman para pendengar. Misalnya, acara seperti sandiwara, dongeng yang disiarkan di radio menjadi menarik akibat dari efek suara yang dikemas sedemikian rupa. Bahkan, pada pesawat radio yang telah maju, efek suara dan musik diselidiki dengan seksama untuk dapat memberikan kesempurnaan terhadap program radio. </p>
<p>Sifat Radio Siaran<br />
•	Auditif<br />
Auditif adalah keberadaan siaran radio hanya untuk didengar. Siaran yang sampai ketelinga pndengarpun hanya sepintas. Pendengar yang tidak mengerti suatu uraian dari radio siaran, tidak mungkin meminta kepada penyiar untuk mengulanginya.<br />
•	Gangguan<br />
Sebagai sebuah media massa,radio tidak luput dari kekurangan yang memungkinkan terjadinya gangguan. Beberapa kemungkinan gangguan iniantara lain gangguan factor bahasa, gangguan factor chanel, serta gangguan factor mekanik.<br />
Gangguan yang sifatnya alamiyah, diantarnya sinar matahari, sehingga siaran radio lebih jelas diterima pada malam hari. Siaran juga kadang dipengaruhi cuaca dan turun naik gelombang yang berupa tumpang tindih gelombang.<br />
•	Inti<br />
Penyiar radio, penceramah, ataupun penghibur seakan berada ditengah-tengah pendengar. Seolah-olah diantara mereka terjadi persahabatan akrab dan intim sehingga menjadikansiaran radio sangat familier dengan pendengarnya.<br />
<a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" title="radio" width="150" height="130" class="alignleft size-thumbnail wp-image-201" /></a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/radio/'>Radio</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=200&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/seputar-radio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">radio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/radio.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">radio</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN MEDIA PENYIRAN TELEVISI</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/perkembangan-media-penyiran-televisi/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/perkembangan-media-penyiran-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 10:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[1. Perkembangan Teknologi Televisi Penemuan televisi telah melalui serangkaian panjang eksperimen yang dilakukan para ilmuwan. Secara spesifik, penemuan telivisi dimulai ketika Philo T. Farnsworth, ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat, mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi. Vladimir Kosma Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=195&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/tv-lcd.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/tv-lcd.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" title="tv-lcd" width="150" height="113" class="alignleft size-thumbnail wp-image-196" /></a>1. Perkembangan Teknologi Televisi</p>
<p>Penemuan televisi telah melalui serangkaian panjang eksperimen yang dilakukan para ilmuwan. Secara spesifik, penemuan telivisi dimulai ketika Philo T. Farnsworth, ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat, mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.<span id="more-195"></span></p>
<p>Vladimir Kosma Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis pada tahun 1940. Kemudian, sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan oleh Dr. Glenn Brown.</p>
<p>Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber dengan mulai merancang layar plasma berwarna. James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis. Sedangkan layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.</p>
<p>Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru Organic Light Emitting Diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan. </p>
<p>Pada tahun 1981, Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis. Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya pada tahun 1995, proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Pada dekade 2000, masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.</p>
<p>Dalam perkembangannya, terdapat berbagai macam jenis televisi, yaitu. Televisi digital (Digital Television, DTV), TV Resolusi Tinggi (High Definition TV, HDTV), Video Resolusi Ultra Tinggi (Ultra High Definition Video, UHDV), dan Direct Broadcast Satellite TV (DBS). Adapula yang disebut dengan Pay Per View, Televisi internet, TV Web , Video atas-permintaan (Video on-demand, VOD) , Gambar-dalam-Gambar (Picture-In-Picture, PiP), Auto channel preset, Perekam Video Digital, DVD, CableCARD, Pemprosesan Cahaya Digital (Digital Light Processing, DLP), LCD dan Plasma display TV Layar Datar, High-Definition Multimedia Interface (HDMI), The Broadcast Flag, dan Digital Rights Management (DRM).</p>
<p>Hingga saat ini terdapat tidak kurang dari 70 stasiun televisi yang tersebar di berbagai Negara. Stasiun-stasiun televisi tersebut antara lain adalah CNN dan MTV (Amerika Serikat), Telefe (Argentina), TVRI (Indonesia), BBC (Inggris), TV Asahi dan Nippon TV (Jepang), TV5 (Perancis), dan TV3 (Malaysia).</p>
<p>2. Perkembangan Siaran TV di Indonesia</p>
<p>Televisi mulai diperkenalkan pada masyarakat umum sejak 1930-an di Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Pecahnya Perang Dunia II menyebabkan kegiatan penyempurnaan televisi siaran terhambat. Kegiatan ini baru dilanjutkan kembali dan televisi siaran kembali dimunculkan kepada umum setelah perang berakhir.</p>
<p>Komunikasi melalui televisi berkembang ke seluruh dunia. Negara-negara yang baru merdeka pada waktu itu pun mengoperasikan televisi siaran sebagai teknologi mutakhir. Untuk kawasan ASEAN sendiri, Negara yang paling awal menyelenggarakan televisi siaran adalah Philipina. Penyelenggaraan televisi siaran ini kemudian diikuti oleh Negara-negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.</p>
<p>Di Indonesia, kegiatan penyiaran melalui televisi dimulai pada tahun 1962. Penyelenggaraan televisi siaran tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Asian Games IV yang dilaksanakan di Senayan, Jakarta. Bertepatan dengan itu pula Televisi Republik Indonesia ditetapkan sebagai station call hingga saat ini. Hari pembukaan Asian Games IV ini yang jatuh pada tanggal 14 Agustus kemudian diperingati sebagai hari jadi TVRI.</p>
<p>Penggunaan Satelit Palapa untuk siaran televisi dan telekomunikasi diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1976. Oleh karenanya, siaran televisi dapat menjangkau hampir seluruh masyarakat di Indonesia hingga sekarang ini. Sejak awal tahun 1989, di Indonesia mulai bermunculan stasiun-stasiun televisi selain TVRI yang bersifat komersial. Stasiun televisi komersial yang pertama berdiri adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Kemunculan RCTI ini kemudian disusul oleh munculnya Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), dan Andalas Televisi (ANteve).</p>
<p>Hingga saat ini, terdapat begitu banyak stasiun televisi komersial di Indonesia, baik yang berskala nasional maupun lokal. Ada sebelas stasiun televisi nasional yang ada di Indonesia, yaitu Cakrawala Andalas Televisi (antv), Global TV (GTV), Indosiar Visual Mandiri (Indosiar), Lativi, MetroTV, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV), Trans 7, Televisi Republik Indonesia (TVRI). Adapun televisi khusus yang berskala nasional, yaitu Televisi Edukasi (TV E), SWARA Channel, dan Qtv Network. Di Indonesia juga terdapat lebih dari 100 stasiun televisi lokal yang tersebar hampir di seluruh provinsi dan daerah, diantaranya RBTV dan Jogja TV (Yogyakarta), Deli TV (Sumatera Utara), Sriwijaya TV (Palembang), Spacetoon &amp; Elshinta TV (Jakarta), Bali TV (Bali) serta TVKU dan TV Borobudur (Semarang).</p>
<p>3. Dampak Sosial Siaran TV</p>
<p>Tayangan televisi sudah dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat (di Indonesia dan di dunia). Karakteristik yang dimilikinya membuat televisi menjadi sesuatu media yang mudah dinikmati oleh semua kalangan, sekalipun seseorang memiliki keterbatasan indera. Televisi dapat dinikmati oleh orang yang buta huruf, tuna rungu (dengan hanya melihat gambar), bahkan tuna netra sekalipun (hanya mendengar suaranya).</p>
<p>Televisi saat ini sudah bukan merupakan barang mewah dan bukan lagi sebuah kemajuan teknologi yang membuat orang takjub. Televisi sudah menjadi konsumsi masyarakat luas, baik di kalangan atas, menengah, hingga bawah sekalipun. Di samping itu, televisi dapat menjadi suatu media yang bersifat adaptif. Misalnya, program-programnya sangat Islami saat bulan Ramadhan tiba dan sangat Kristiani saat Natal tiba.</p>
<p>Kemajuan teknologi televisi dan program-programnya tidak dapat dipungkiri juga membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Bagaimana bisa dikatakan demikian? Hal ini dapat dilihat dari besarnya jumlah masyarakat yang mengkonsumsi televisi sebagai media yang terbilang sangat besar. Televisi menyajikan segala sesuatu yang menarik perhatian pemirsanya. Segala jenis program dengan berbagai segmen terdapat di dalamnya. Dari tayangan berbau mistik/takhayul dan kekerasan, tayangan religi, berita, program anak, hingga tayangan bagi orang dewasa yang berbau pornografi (walaupun sudah disensor) termuat dalam siaran televisi.</p>
<p>Beberapa pengamat televisi menganggap bahwa program-program yang ditayangkan saat ini sudah melampaui batas. Oleh karenanya, diperlukan perhatian dan kontrol yang serius, baik dari pemerintah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), maupun dari masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Selain patut untuk disyukuri, kemajuan teknologi yang ada (dalam konteks ini televisi) juga harus diwaspadai. Kemudahan mendapatkan informasi, hiburan, dan kemudahan-kemudahan lain yang ditawarkan oleh televisi dapat membantu kita untuk membuka wawasan dan mengenal dunia lebuh luas lagi. Akan tetapi, jika masyarakat (pemirsa) tidak memiliki filter yang kuat dalam menerima terpaan media televisi ini maka tidak tertutup kemungkinan bahwa nilai-nilai negatif juga dapat terserap dan dampak yang paling memprihatinkan adalah terjadinya degradasi moral. </p>
<p>Sebagai contoh dampak tayangan televisi terhadap masyarakat (Indonesia) adalah dari segi gaya hidup (lifestyle). Seseorang mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh-tokoh atau gaya hidup orang barat, misalnya tampak pada pakaian yang digunakan. Banyaknya tayangan yang mengarah pada upaya persuasif pada masyarakat juga mempengaruhi masyarakat untuk semakin konsumtif.</p>
<p>Namun, tidak semua program yang ditayangkan oleh televisi berdampak negatif bagi masyarakat. Televisi pun mempunyai pengaruh baik bagi masyarakat. Televisi membuka pemahaman mengenai informasi baru, biasanya terdapat dalam program-program berita (politik, wisata, kuliner, dsb). Televisi juga bertindak pendorong anak-anak untuk belajar acara edukasi dan dapat mengajarkan pada anak tentang nilai-nilai yang penting serta pelajaran mengenai kehidupan nyata.<br />
Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui berbagai dampak yang ditimbukan oleh tayangan televisi. Positif atau negatif, baik atau buruknya dampak televisi bergantung pada bagaimana masyarakat menyikapinya. Hal yang diperlukan adalah kontrol dan perhatian yang serius dari seluruh pihak. Orang tua juga harus berperan aktif dalam mengontrol anak-anaknya saat menyaksikan tayangan televisi. Seperti kasus-kasus yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika banyak anak yang terluka bahkan diantaranya meninggal dunia karena melakukan tindakan kekerasan seperti yang mereka lihat di televisi, selain menuntut pihak-pihak tertentu, orang tua hendaknya juga melakukan introspeksi diri menganai pengawasan yang mereka berikan pada anak-anak mereka.</p>
<p>Kendatipun kemajuan teknologi televisi dan teknologi-teknologi lain di bidang media hingga saat ini sangat luar biasa, tetapi suatu media tidak dapat menggantikan posisi media lainnya. Hal ini dikarenakan setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing yang berbeda dari media lainnya. Karakteristik media inilah yang kemudian berpengaruh terhadap preferensi masyarakat dalam memilih media sesuai keinginannya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/tv/'>TV</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=195&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/21/perkembangan-media-penyiran-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/tv-lcd.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tv-lcd</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Sastra dan Warta</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/19/antara-sastra-dan-warta/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/19/antara-sastra-dan-warta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 05:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rizky Sopiyandi Konon, dahulu kala ketika zaman jahiliyyah, ketika sastra lisan mendominasi kehidupan di Arab, seorang sastrawan begitu disegani, bahkan ditakuti masyarakat. Bagaimana tidak, dahulu ketika seorang penyair mulai tidak menyukai seseorang atau bahkan ada yang mau melawannya, maka ia pun akan menelanjangi orang tersebut dengan syair-syairnya. Dengan kondisi seperti itu, para penyair [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=191&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/puisi-puisi-puisi.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/puisi-puisi-puisi.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" title="puisi-puisi-puisi" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-192" /></a>Oleh : Rizky Sopiyandi<br />
Konon, dahulu kala ketika zaman jahiliyyah, ketika sastra lisan mendominasi kehidupan di Arab, seorang sastrawan begitu disegani, bahkan ditakuti masyarakat. Bagaimana tidak, dahulu ketika seorang penyair mulai tidak menyukai seseorang atau bahkan ada yang mau melawannya, maka ia pun akan menelanjangi orang tersebut dengan syair-syairnya.<span id="more-191"></span></p>
<p>Dengan kondisi seperti itu, para penyair otomatis mempunyai kekuatan tak kasat mata namun mampu memberika efek terror yang sifnifikan kepada masyarakat. Hal tersebut bahkan dapat dikategorikan kepada suatu istilah yang disebut dengan tindak kekerasan simbolik. Sepertihalnya yang diungkapkan Bourdieu, bahwa ada sebuah tindak kekerasan yang halus dan tak  tampak, yang disembunyikan dibalik pemaksaan dominasi, yang kemudian ia sebut dengan istilah Kekerasan symbolik.<br />
Sebaliknya, kepada orang yang ia senangi, seorang penyair akan memberikan pujian setinggi langit. Dan otomatis  –karena sastra lisan digandrungi pada masa itu- seluruh pelosok negeri pun akan mengetahui track record seseorang yang dipuji dalam syair penyair tersebut.</p>
<p>Bagaimana dengan hari ini, masih adakah sosok yang ditakuti dan disegani bahkan oleh para individu tingkat level masyarakat yang lebih tinggi seperti halnya penjabat atau publik figur pada umumnya. Dan jika ada, tak lain dia adalah PERS. Banyak individu yang disegani, dihormati masyarakat umum, namun tak berkutik jika ia sudah bergerak. Banyak orang berhutang budi padanya, dengan intensitas pemberitaan yang ia lakukan sehingga membuat seseorang tenar. Namun, ada juga yang begitu mengecamnya karena pemberitaan yang mengakibatkan namanya kotor, dan mendapatkan blacklist dari masyarakat.</p>
<p>Kita mengetahui, seseorang mampu dikenal karena pemberitaannya. Jika ada pertanyaan siapa Penjabat terbaik hari ini? Siapa aktor favorit anda? Siapa penyanyi terbaik menurut anda? Saya yakin sebagian besar jawaban anda bereferensikan terhadap pemberitaan yang ada di pers. Karena pers mampu menimbulkan opini publik yang efektif dengan pemberitaan yang bersifat redudansi (pengulangan/berulang).</p>
<p>Namun hal tersebut bisa berjalan sebaliknya. Sebut saja kasus pemberitaan pernikahan kedua (poligami) Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengejutkan masyarakat. Bukan saja masyarakat umum yang heboh membicarakan pernikahan kedua dai kondang ini, tapi pemerintah sampai merasa harus merevisi undang-undang pernikahan. Dan seketika pamor ulama yang biasa disapa Aa Gym ini anjlok karena pemberitaan tersebut. Atau bisa kita telaah bagaimana kasus skandal seks yang menimpa mantan presiden amerika, Bill Clinton, yang di blow up media yang mengakibatkan goyangnya pemerintahan yang ia emban saat itu, dan diduga pemberitaan tersebut bersumber pada lawan politiknya di parlemen amerika.</p>
<p>Itulah dia, dia adalah pers. Yang memberikan angin segar, namun tak jarang memberikan kabar tak sedap yang ditujukan kepada individu. Tak mengenal siapa, tak mengenal apa. Sejatinya pers adalah ruang kejujuran bagi masyarakat. Yang bebas dari distorsi-distorsi komunikasi, dan terbebas dari manipulasi opini yang ditujukan kepada public.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/jurnalistik/'>jurnalistik</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/komunikasi/'>Komunikasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=191&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/19/antara-sastra-dan-warta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/puisi-puisi-puisi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">puisi-puisi-puisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Ebook</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/05/download-ebook/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/05/download-ebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 08:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[ebook dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ebook komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Download Ebook Dakwah (pdf) Dakwah Bahagia Esensi dan Subtansi dakwah Komunikasi Bimbingan Islam (Irsyad) Download Ebook Komunikasi (pdf) Pengantar Ilmu Komunikasi Proses Komunikasi Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi Tingkatan Proses Komunikasi Tagged: ebook dakwah, ebook komunikasi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=184&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/dakwah1.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/dakwah1.jpg?w=150&#038;h=129" alt="" title="dakwah1" width="150" height="129" class="alignleft size-thumbnail wp-image-185" /></a><strong>Download Ebook Dakwah (pdf)</strong><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15362658/dakwah_bahagia.pdf.html" title="dakwah bahagia" target="_blank">Dakwah Bahagia</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15362659/ESENSI_DAN_SUBSTANSI_DAKWAH.pdf.html" title="Esensi dan Subtansi Dakwah" target="_blank">Esensi dan Subtansi dakwah</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15362661/komunikasi_bimbingan_islam.pdf.html" title="Irsyad" target="_blank">Komunikasi Bimbingan Islam (Irsyad)</a><span id="more-184"></span></p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/1fx.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/1fx.jpg?w=150&#038;h=145" alt="" title="1fx" width="150" height="145" class="alignleft size-thumbnail wp-image-186" /></a><strong>Download Ebook Komunikasi (pdf)</strong><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15356262/4.pengantar_ilmu_komunikasi_a5.pdf.html" title="Pengantar Ilmu Komunikasi" target="_blank">Pengantar Ilmu Komunikasi</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15356267/5._PrOses_komunikasi_slide_.pdf.html" title="proses komunikasi" target="_blank">Proses Komunikasi</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15356265/SEJARAH_PERKEMBANGAN_TEKNOLOGI_KOMUNIKASI_xx.pdf.html" title="Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi" target="_blank">Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15356259/.tingkatan_proses_komunikasi.pdf.html" title="Tingkatan Proses Komunikasi" target="_blank">Tingkatan Proses Komunikasi</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/ebook-dakwah/'>ebook dakwah</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/ebook-komunikasi/'>ebook komunikasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=184&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/10/05/download-ebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/dakwah1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dakwah1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/10/1fx.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1fx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Industri Dan Ideologi</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/29/industri-dan-ideologi/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/29/industri-dan-ideologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 13:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Industri Dan Ideologi; Tinjauan Empiris Wacana Teknologi Komunikasi dan Pers Hari ini Oleh : Rizky Sopiyandi Dewasa ini, tak bisa dipungkiri bagaimana ketergantungannya manusia global terhadap tekhnologi. Teknologi bahkan kini sudah bisa dikategorikan kebutuhan yang bersifat primer sepertihalnya kebutuhan kita terhadap makan dan pakaian. Bagaimana tidak, sejak adanya jaringan internet sekitar tahun 60-an, manusia serba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=173&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Industri Dan Ideologi; Tinjauan Empiris Wacana Teknologi Komunikasi dan Pers Hari ini</p>
<p>Oleh : <a href="https://www.facebook.com/profile.php?id=100000648964111">Rizky Sopiyandi</a><br />
<a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/page.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/page.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" title="page" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-174" /></a>Dewasa ini, tak bisa dipungkiri bagaimana ketergantungannya manusia global terhadap tekhnologi. Teknologi bahkan kini sudah bisa dikategorikan kebutuhan yang bersifat primer sepertihalnya kebutuhan kita terhadap makan dan pakaian. Bagaimana tidak, sejak adanya jaringan internet sekitar tahun 60-an, manusia serba dimudahkan oleh konsep tekhnologi modern.<span id="more-173"></span></p>
<p>Di tahun 1980 masih banyak diantara kita di Indonesia yang belum melek komputer, sehingga pada saat itu kita sudah sangat bangga jika menggunakan mesin tik elektronik. Tahun 1987, kita mulai mengenal komputer ber-prosesor 286, dimana untuk menghidupkannya masih menggunakan disket DOS. Selain itu sistem operasi pada saat itu msih belum open system, sehingga sistem PC tidak dapat berkomunikasi dengan sistem lainnya yaitu Mac.Untuk mengirimkan files kepada seseorang yang berlainan kota, kita masih membutuhkan jasa pos atau kurir. Tahun 1990, orang Indonesia dengan bangganya menenteng organizer elektronis bermemori 2 MB untuk dapat disebut melek teknologi.</p>
<p>Banyak memang, ketika berbicara segmentasi terkait pemanfaatan tekhnologi. Produktifitas manusia yang diindikasikan dari kemajuan peradaban hari ini memang pesat. Sekarang, tak perlu lagi kita berbincang tatap muka dengan posisi bersebelahan atau berhadapan. Tak perlu lagi memerlukan tenaga lebih untuk mendapatkan informasi. Dan mungkin, tak perlu lagi kita melihat istilah “pergilah menuntut ilmu ke negeri china”, karena hari ini dengan peralatan seperangkat komputer dan jaringan internet kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi yang ada di seluruh pelosok dunia.<br />
Indutri tekhnologi komunikasi memang diakui sangat-sangat bermanfaat bagi peradaban manusia hari ini. Dan jika kita perhatikan, indrustri yang satu ini memang lebih bersifat simbiosil mutulalisme. Yang artinya, industri komunikasi tidak akan bisa berdiri tanpa diperkuat dan memperkuat elemen-elemen lainnya, sehingga menjadikan suatu sistem yang bersifat sosio-global.</p>
<p>Kemajuan industri komunikasi memang melambung pesat. Manfaatnya semakin hari semakin bisa dimanfaatkan oleh khalayak. Namun jika kita perhatikan, kemajuan industri yang satu ini memang tak seindah untuk kita tuliskan catatan sejarahnya. Kemunculan produk kemanjuan industri ini fitrahnya akan membunuh produknya yang dibuat terlebih dahulu. Seperti, kurun waktu 5 hingga 10 tahun kebelakang usaha warung telephon hingga telepon umum merebak diwilayah nusantara ini, dan semua ini lenyap ketika perusahaan-perusahaan telepon genggam mulai berinvetasi dan memasarkan produk-produknya di Indonesia, belum lagi pasar telephone genggam berlabel asal china memberangus harga pasar kurun waktu 2 tahun kebelakang.</p>
<p>Banyak lagi memang contoh kasus lain, dan hari ini jika kita perhatikan trend produk industri komunikasi lebih berorientasikan kepada penjualan situs-situs jejaring sosial. Seperti Facebook, Twitter, MySpace dan keluaran terbaru mbah Google, Google +. Bisa kita perhatikan, esensial suatu fungsi dari telepon genggam adalah bagaimana kita memaksimalkan potensinya untuk berbicara atau berkomunikasi dengan sanak kerabat ataupun saudara dari jarak jauh, atau bahkan mengirimkan pesan singkat yang sebelumnya kita harus repot pergi ke kantor pos. Namun, hari ini iklan-iklan telepon genggam lebih menonjolkan situs-situs jejaring sosial yang diselipkan diproduk telepon genggamnya, bukan fungsi hakikat. Sehingga kita bisa membayangkan apa jadinya ketika facebook, twitter, dll ditutup aksesnya di Indonesia oleh pemerintah kita sepeerti halnya yang dilakukan beberapa negara yang lain. Dan pembunuhan produk industri pun akan terjadi kembali.</p>
<p><strong>Teknologi Komunikasi, Pers, dan Kepentingan Publik.</strong><br />
Perkembangan tekhnologi komunikasi memang dirasakan betul manfaatnya hari ini. Berbagai macam informasi dapat diakses dengan mudah oleh setiap individu maupun khalayak yang bersifat melembaga. Sebut saja Pers. Pers yang notabene sebagai jembatan informasi zaman modern memang diuntungkan sekali dengan perkembangan industri tekhnologi komunikasi. Informasi yang mereka dapatkan melalui individu-individu insan pers lebih bisa diolah dan ditransformasikan lebih efektif kepada khalayak.</p>
<p>Fenomena Jurnalistik online contohnya. Pers dewasa ini tak sedikit menghijrahkan dirinya dari industri media cetak kepada media online. Peralihan ini dinilai efektif karena khlayak pengakses media konvergen alias “pembaca” hanya tinggal meng-klik segala informasi yang diinginkan. Alhasil, aplikasi dari tekhnologi komunikasi ini mampu mem-by pass jalur informasi pengiriman informasi kepada khalayak. Jurnalistik online dalam hal ini website-website yang dibentuk pers memang hari ini dinilai lebih efektif ketimbang metode lama berupa bentuk cetak. Baik bagi pers itu sendiri, alih-alih untuk para pembaca. Bagi pihak pers input komersil pun dapat dinilai efektif, pengiklan lebih tertarik memasarkan produknya via online (internet) ketimbang di koran-koran.</p>
<p>Selain itu, kebebasan Pers yang hari ini ditafsirkan dengan penyebaran atau pengtransformasian informasi kepada khalayak yang hampir tidak mengenal batas memang multiefek. Informasi yang disajikan kadang berdampak baik, ataupun sebaliknya. Meskipun fungsi Gate Keeper (penyaring Informasi) disetiap media pers itu sendiri sudah bekerja dengan baik namun seringkali respon yang muncul dari masyarakat informasi bersifat heterogen.</p>
<p>seorang filsuf dan sosiolog dari Jerman Jürgen Habermas dalam The Theory of Communicative Action menyatakan, “perkembangan suatu masyarakat madani ditentukan dari seberapa besar masyarakat itu mempunyai ruang berpendapat (public spare)”. Dengan kata lain kepentingan dari masyarakat dimana kebutuhan menerima informasi bergaris lurus dengan perkembangan suatu peradaban bagi masyarakat itu sendiri tergantung kepada sejauh mana mereka mendapatkan ruang tanpa campur tangan penguasa, dan pers adalah satu-satunya tempat yang sejatinya musti seperti itu.</p>
<p>Penguasa disini tak selalu kita tafsirkan pemerintah, atau pemegang kebijakan konstitusi teritorial. Namun, bisa juga kita artikan sebagai pemegang saham terbesar pada suatu media informasi yang bersifat publik yang juga otomatis sebagai pemegang kebijakan warna dari ideologi pers atau media tersebut. Dan sejatinya pers adalah 1 dari 5 pilar demokrasi bangsa yang mutlak berpihak kepada kepentingan publik.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/komunikasi/'>Komunikasi</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/media/'>Media</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/pers/'>Pers</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=173&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/29/industri-dan-ideologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/page.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">page</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Multimedia</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/pengertian-multimedia/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/pengertian-multimedia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 02:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=170&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/multimedia.gif"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/multimedia.gif?w=131&#038;h=150" alt="" title="Multimedia" width="131" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-171" /></a>Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi.<span id="more-170"></span></p>
<p>“Disini dapat digambarkan bahwa multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik.”</p>
<p>“Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick 1996) atau Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001). Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. </p>
<p>Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Kedua, harus ada link yang menghubungkan pemakai dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang membantu pemakai menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada pemakai untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dengan ide. Jika salah satu komponen tidak ada, bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya, jika tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan untuk memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka nama televisi, bukan multimedia. Dari beberapa definisi di atas, maka multimedia ada yang online (Internet) dan multimedia ada yang offline (tradisional).”</p>
<p><a href="http://raywahab.blogspot.com/2011/05/pengertian-multimedia.html">Sumber</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/komunikasi/'>Komunikasi</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/multimedia/'>Multimedia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=170&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/pengertian-multimedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/multimedia.gif?w=131" medium="image">
			<media:title type="html">Multimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tekhnik Pengambilan Gambar Via HandyCam</title>
		<link>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/tekhnik-pengambilan-gambar-via-handycam/</link>
		<comments>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/tekhnik-pengambilan-gambar-via-handycam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 02:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizqisme blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizqisme.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rizky Sopiyandi Memang tak salah bila ada yang beranggapan membuat film itu harus membutuhkan modal yang besar. Mengingat peralatan, akomodasi hingga konsep yang tak boleh asal-asalan. Namun, Kreatifitas yang baik saya pikir akan menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan harapan anda. Berikut adalah tips yang ingin saya kemukakan kepada sahabat-sahabat yang ingin sama-sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=161&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rizky Sopiyandi</p>
<p><a href="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/handycam.jpg"><img src="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/handycam.jpg?w=150&#038;h=106" alt="" title="handycam" width="150" height="106" class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" /></a>Memang tak salah bila ada yang beranggapan membuat film itu harus membutuhkan modal yang besar. Mengingat peralatan, akomodasi hingga konsep yang tak boleh asal-asalan. Namun, Kreatifitas yang baik saya pikir akan menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan harapan anda.<span id="more-161"></span></p>
<p>Berikut adalah tips yang ingin saya kemukakan kepada sahabat-sahabat yang ingin sama-sama bergelut dengan dunia film, namun &#8216;kurang modal&#8217; dalam pembuatannya, utamanya untuk sebuah kamera. Namun sahabat jangan berkecil hati. Dengan menggunakan handycam maupun Camcorder pun anda bisa melalukan proses syuting/pengambilan gambar, tentunya perlu beberapa polesan kreatifitas disini. Dan juga tentunya akan ada beberapa perbedaan kualitas gambar yang dihasilkan dibanding kamera yang dipakai pada umumnya.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman penulis setelah menggeluti dunia film yang bermodalkan kreatifitas untuk beberapa semester (maklum mahasiswa tak ada modal gede) berikut adalah beberapa hal yang perlu sahabat perhatikan saat pengambilan gambar, diantaranya :</p>
<p>1. Pada saat pengambilan gambar harus dihindari penggunaan zoom yang berlebihan karena hal ini bisa menyebabkan gambar tidak fokus (out of focus), terutama pada kamera yang memiliki zoom digital.<br />
2. Jangan terlalu terpaku merekam objek utama saja, tetapi objek diseki¬tarnya yang berkaitan perlu juga Anda perhatikan.<br />
3. Hindari pengambilan gambar pada tempat-tempat yang tingkat pencaha¬yaannya kurang. kalau kamera video yang digunakan memiliki fasilitas Light jalankan saja fitur ini untuk menambah pencahayaan. Atau bisa juga menggunakan cahaya tambahan.<br />
4. Gunakan penyangga (tripod) untuk menghasilkan gerakan yang halus. tripod juga digunakan untuk menghindari guncangan pada saat pereka¬man.<br />
5. Gunakan variasi-variasi sudut pandang kamera, seperti Bird eye View (dari atas), High Angle (dari atas objek), Low Angle (dari arah bawah ob¬jek), Eye Level (sejajar dengan mata objek), Frog Eye (dari bawah).<br />
6. Hindari penggunaan efek-efek yang terdapat pada kamera video. peng¬gunaan efek lebih baik pada saat editing saja. Penggunaan efek pada kamera video bisa dilakukan, apabila Anda memang tidak ingin mengedit¬nya kembali di komputer (tetap disimpan di kaset video).<br />
7. Harus memperhatikan komposisi frame (bingkai), jangan sampai objek utama terpotong atau tidak masuk ke dalam frame.<br />
8. Jika shot memperlihatkan adegan seseorang berjalan atau sedang menuju (ke) maka sisakan ruangan di depan orang tersebut. Ini yang disebut looking space, yaitu jarak pandang objek terhadap batas frame.<br />
9. Perihal backgroud (latar belakang) juga harus diperhatikan.karena ada kalanya saat pengambilan gambar juru kamera tidak memperli¬hatkan latar belakang.Misalnya,latar belakang menyatu dengan foreground (latar depan),sehingga terkesan latar belakang dihasilkan dari foreground.<br />
10. Untuk menghindari suara-suara noise yang ikut terekam, sebaiknya anda meng¬gunakan kamera video yang memiliki konektor untuk mikrofon ek¬sternal. Atau anda juga bisa menggunakan mikrofon yang sudut rekamnya menyempit (mikrofon omni),sehingga hanya bagian subjek utama saja yang terekam suaranya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/film/'>film</a>, <a href='http://rizqisme.wordpress.com/tag/komunikasi/'>Komunikasi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizqisme.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizqisme.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizqisme.wordpress.com&amp;blog=22789006&amp;post=161&amp;subd=rizqisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizqisme.wordpress.com/2011/09/19/tekhnik-pengambilan-gambar-via-handycam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d236024d9716810cece5e09d5088c44?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizqisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rizqisme.files.wordpress.com/2011/09/handycam.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">handycam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
